Brand Lokal Skateboard: Bukti Kreativitas Jalanan Anak Negeri
Fajar Shid - Monday, 13 October 2025 | 01:40 PM


Ngapel - Di balik gemuruh roda yang beradu dengan aspal, budaya skateboard di Indonesia kini punya wajah yang makin kuat—bukan hanya di sisi gaya hidup, tapi juga industri kreatif. Dari dek, pakaian, hingga aksesoris pendukung, brand-brand lokal mulai unjuk gigi dan tak kalah dari produk luar negeri.
Fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan bentuk nyata dari semangat anak muda yang ingin membangun identitas sendiri di dunia skateboard. Mari kenali beberapa di antaranya dan filosofi yang mereka bawa dari jalanan.
Lokal Bukan Lagi Alternatif
Dulu, banyak skater di Indonesia merasa harus memakai produk impor agar terlihat “profesional”. Namun kini, paradigma itu berubah. Munculnya merek lokal dengan desain dan kualitas yang kompetitif menunjukkan bahwa buatan Indonesia juga bisa punya standar tinggi.
Beberapa brand bahkan tak hanya berfokus pada produk, tapi juga pada pengembangan komunitas. Mereka kerap mengadakan event, kolaborasi seniman, hingga mendukung skater muda berbakat agar bisa berkembang.
Beberapa Brand Lokal Skateboard
1. Motion Skateboards
Salah satu pelopor merek skateboard lokal yang punya visi besar dalam membangun kultur skate di Indonesia. Mereka sering bekerja sama dengan komunitas untuk event atau workshop, serta menghadirkan desain papan dengan gaya khas Indonesia.
2. Pavement Indonesia
Dikenal dengan gaya desain yang berani dan streetwise, Pavement tak hanya menjual deck, tapi juga lini pakaian dan aksesoris yang kental dengan semangat urban youth.
3. Code Skate Co
Brand ini populer di kalangan skater muda karena harganya terjangkau namun tetap mengutamakan kualitas. Mereka sering mengadakan skate jam di berbagai kota, membuat suasana komunitas tetap hidup dan inklusif.
4. Pot Meets Pop (PMP Denim)
Meski awalnya dikenal sebagai label denim, PMP punya akar kuat di dunia skateboard. Gaya dan filosofi mereka selaras dengan semangat do-it-yourself dan kebebasan berekspresi yang melekat dalam dunia skate.
Bukan Sekadar Bisnis, Tapi Budaya
Yang menarik dari kebangkitan brand lokal skateboard ini adalah kedekatan mereka dengan komunitas. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi ikut menjadi bagian dari narasi besar: mendorong budaya skate yang positif dan solid.
Beberapa di antaranya bahkan turut membangun skatepark komunitas, mendukung kegiatan amal, atau mengadakan kelas gratis untuk anak-anak yang ingin belajar skate.
Langkah-langkah kecil semacam ini membuat skateboard di Indonesia bukan sekadar hobi, tapi gaya hidup yang punya nilai sosial.
Masa Depan Skateboard Lokal
Dengan dukungan komunitas yang semakin luas dan pasar yang semakin sadar akan produk lokal, masa depan industri skateboard Indonesia tampak cerah.
Apalagi dengan tren support local movement yang kini makin kuat di kalangan anak muda, brand lokal punya peluang besar untuk berkembang ke level internasional—asal tetap menjaga kualitas, orisinalitas, dan hubungan erat dengan komunitas.
Skateboard bukan hanya tentang trik dan papan, tapi tentang cara hidup, tentang jatuh dan bangkit lagi, dan kini juga tentang kebanggaan buatan sendiri.
Next News

Skateboard di Era 80-an vs 90-an: Budaya yang Tak Pernah Mati
4 months ago

Era 2020-an: Skateboarding Jadi Bagian dari Lifestyle & Olimpiade
4 months ago

Era 2010-an: Skateboarding di Era Digital & Media Sosial
4 months ago

Era 2000-an: Skateboard Menjadi Pop Culture Global
4 months ago

Era 90-an: Street Skateboarding Menguasai Dunia
4 months ago

Skateboard Era 70-80an: Dari Surfing Jalanan Hingga Budaya Punk
5 months ago

Skateboard dari Masa ke Masa: Nostalgia 70-an Sampai Teknologi Modern
5 months ago

Market Statistik Skateboard Global & Indonesia Tahun 2025: Apa yang Bisa Diambil Untuk Skater & Brand Lokal
5 months ago

Tren Skateboard Ramah Lingkungan: Inovasi atau Sekadar Gaya?
5 months ago

Meliuk Lincah: Kisah Bunga Citra, Skater Muda Inspiratif
5 months ago